
Jakselmu.id | Jakarta. – “Berawal dari sering terjadinya permasalahan dalam mengelola keuangan, karena adanya penggabungan antara menghimpun Zakat, Infaq, dan Shodakoh (ZIS), dengan menerima titipan, simpanan, dan tabungan, yang membuat kegiatan lembaga keuangan tidak fokus, sehingga BMT (Baitul Mal + Baitul Tanwil) ini menjadi tidak optimal,”.
Hal ini dikatakan oleh Bendahara Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Selatan Subhan Wahyudi, MM sa’at memberikan kata sambutannya mewakili Ketua PDM Jaksel pada acara Sosialisasi Pengenalan BTM (Baitul Tamwil Muhammaditah) di SMK Al-Kautsar Muhammadiyah Kebayoran Baru Jakarta Selatan Rabu, (22/04/26).
Oleh karena itu, lanjut Subhan munculah BTM (Baitul Tanwil Muhammaditah), yangmana ketika BMT banyak yang rugi karena tidak adanya keterlibatan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) akibat tidak bisa masuk. Dan sangat berbeda dengan BTM dimana peran serta PPM sangat dilibatkan dalam pengelolaan lembaga keuangan tersebut.
“Dengan berdirinya BTM di PDM Jakarta Selatan, maka uang yang ada di masing-masing Cabang akan diberdayakan dan masalah akan kebutuhan keuangan untuk pembangunan yang ada di Cabang, in-sya Allah akan segera tertangani,” tambah Subhan.
Perlu diketahui bersama bahwa BTM merupakan adalah Lembaga Keuangan Mikro yang berada dilingkungan Muhammadiyah, dimana kegiatan menghimpun ZIS dan menyalurkannya kepada yang menerima dilakukan oleh Lazismu, sehingga BTM dan Lazismu merupakan dua Lembaga yang terpisah yang memiliki sistim dan manajemen yang masing-masing berbeda.
Tampil sebagai Narasumber pada acara Sosialasi tersebut adalah Ustadz Triyono, MM. ME, Sy.
Dalam paparannya, Ustadz Triyono mengatakan bahwa, BTM merupakan Garda depan Muhammadiyah pada Pilar yang Ketiga setelah bidang Pendidikan dan Kesehatan, dimana ini merupakan amanah dari Muktamar 47 tahun 2015 di Makassar yang mengamanatkan pada bidang ekomomi.
“Adapun Visi, Misi dan Tujuan dari BTM adalah, Menjadi pusat keuangan Muhammadiyah yang mampu mendukung dakwah Muhammadiyah, Mewujudkan dakwah Bil haal dibidang ekonomi, dan membantu Muhammadiyah untuk memiliki sumber pendanaan yang kontinue,” jelas Ustadz Triyono.
Sebelum berakhirnya acara Sosialisasi, Ketua PDM Jakarta Selatan Dr. Edy Sukardi, M.Pd berpesan, “Hayo kita Gulirkan BTM, semoga saja BTM ini berhasil kita didirikan dan akan menjadi yang Pionir untuk yang di Jakarta,” harapnya. (Wan)