
Jakselmu.id | Jakarta. – Hari BerMuhammadiyah yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta kali ini Sabtu, (02/05/26) terasa begitu istimewa, sebab ruangan Aula Ir. H. Djuanda Gedung Dakwah Muhammadiyah yang berlokasi di Jl. Kramat Raya 49 Jakarta pusat ini terasa penuh, sehingga harus ada penambahan kursi sebagai akibat dari tamu undangan yang hadir sangat banyak.
Tampil sebagai Narasumbernya adalah, H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi., Psikolog yang merupakan Ketua dari Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dalam Taushiyahnya, H. Jamaludin membawakan tema yang berjudul “Dakwah Muhammadiyah Berbasis Cabang Ranting dan Masjid”
“Sebagai suatu Organisasi (yang memiliki sistem birokrasi dan administrasi) pusatnya Muhammadiyah di Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Namun sebagai suatu gerakan Islam maka, Pusatnya Muhammadiyah Yang Sesungguhnya Adalah di Cabang Ranting dan Masjid, Bila Cabang Ranting dan Masjid muhammadiyah mati, maka Muhammadiyah sebagai gerakan sesungguhnya telah mati meskipun PP, PWM, dan PDM masih hidup dan aktif,” terang H. Ahmad.
Sebab, lanjut H. Ahmad “The Real Muhammadiyah” yang sesungguhnya ada pada Jama’ah dan Keluarganya di Masjid, ada pada Anggota, Komunitas dan AUM di Ranting dan ada pada Program dan AUM di Cabang.
“Agar Ranting Muhammadiyah mempunyai Ruh, maka harus memiliki, Pengajian rutin yang subur, Masjid atau Mushalah Muhammadiyah yang makmur dan memakmurkan, Beramal dengan ikhlas dan gembira, serta Rapat rutin sepekan sekali, ditindaklanjuti dengan aksi, evaluasi dan aksi,” jelas H. Ahmad.
“Adapun Maksud dari Persyarikatan ini menurut KH. Ahmad Dahlan yaitu, Memajukan dan mengembirakan pengajaran dan pelajaran Agama di Indonesia dan Memajukan dan mengembirakan kehidupan (cara hidup) sepanjang kemauan Agama Islam kepada umatnya,” ungkap H. Ahmad.
“Oleh karenanya jadi Pengurus Muhammadiyah itu harus sering-sering Silaturahim, jangan hanya bertemu pada sa’at rapat dan Halal bi halal saja, sekiranya tidak terpilih lagi jadi pengurus maka, jangan Baperan dan Marahan,” tutup H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi., Psikolog. (Wan)