
Jakselmu.id | Jakarta. – Dalam rangka melengkapi Kajian Subuh yang diadakan oleh Pimpinan Derah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Selatan melalui Live Streaming pada edisi yang ke-3 Sabtu kemarin, (0703/26) tampil sebagai Narasumbernya adalah K.H. Dr. Hidayat Nur Wajid, beliau adalah Wakil Rakyat di Parlemen, Wakil Ketua MPR RI yang juga sebagai Penasehat di PDM Jakarta Selatan.
Dalam tausiyahnya Dr. Hidayat mengatakan, Islam yang berkemajuan atau dalam bahasa lainnya adalah Islam yang Rahmatan Lil Alamiin, ada suatu Pendekatan yang dilakukan oleh Ulama yang berasal dari Palestina yang bernama Muhammad Izah Darwajah.
“Beliau punya kitab tafsir yang bernama At-tafsir Alhadis ada 12 jilid kitabnya. memulai tafsirnya berdasarkan dengan turunnya ayat dan surat dari dalam Alquran,.Yang Pertama dimulai dari surat Al-Alaq, dimana pendekatan ini memudahkan kita untuk memahi bagaimana menghadirkan aqidah Islam yang berujung kepada Rahmatan Lil Alamiin., ” tutur Dr. Hidayat.
“Yang Kedua adalah dalam surat Al-Qalam yakni Intelektualisme yang berbasis pada aqidah yang benar itu yang memunculkan sikap dan perilaku yang berakhlak mulia, beretika dan beradab. Yang akan menghadirkan Islam yang berkeadaban,” lanjutnya.
“Yang Ketiga diturunkan dalam surat Al-Muzammil yang dalam hal ini dikokokohkan yang tidak terputus interaksi dengan A-Quran, yaitu dengan menghadirkan kedekatan kepada Allah SWT dan menghadirkan jiwa yang utuh. Dan Yang Ke empat adalah dalam Surat Al-Mudastir yaitu tentang untuk terus berdakwah tidak perah berhenti tentunya dengan cara-cara hikmah,” tambahmya.
“Yang Kelima ada dalam Surat An-Nahl, yakni berdakwah dengan etika yang tinggi, luar biasa dan bertanggung jawab, selanjutnya dan Yang Ke Enam adalah Surat Al-Maun yakni menghadirkan Aqidah tentang kepedulian terhadap Anak Yatim dan Fakir Miskin,” imbuhnya.
“Untuk Yang KeTujuh Surat Al-Asr yakni untuk menghadirkan Komunitas yang beruntung, berhasil dan bukan komunitas yang rugi atau gagal.Yang merugi, dan menjadi beban bagi kehidupan. Lalu Yang Ke Delapan adalah Surat Al-Kafirun, yang terkait toleransi dengan menghormati orang lain sesuai dengan keistiqomahan dalam aqidah, sisi-sisi yang harus dipegang secara kokoh dan kuat, sekaligus sudah ada batas demerkasi disana antara yang boleh dan tidak,” ujar Dr. Hidayat.
“Adapun Surat yang Ke Sembilan adalah Surat Saba ayat yang ke-15 yang menghadirkan negeri yang makmur, negeri yang sejahtera, menghadirkan pihak-pihak yang mau peduli, berinteraksi, berkontribusi, berkolaberasi, bekerja sama untuk memajukan bangsa dan negaranya,” ucap Dr. Hidayat.
“Sedangkan Yang Ke Sepuluh adalah Surat Al-Anbiya yang mengatakan kalau Islam kalah terhadap Kezaliman, Kemusyrikin, dan Kejahiluahan tidak mungkin Islam bisa Rahmatan Lil Alamiin.,” terangnya.
“Yang ke Sebelas adalah Surat Al-Maidah ayat yang Ketiga dan Yang terakhir atau Yang Ke Dua belas adalah Surat An-Nas. Surat terakhir yang Allah turunkan secara lengkap yang memghadirkan, kemenangan, keberuntungan dan keberkemajuan,” tutup K.H. Dr. Hidayat Nur wahid. (Wan)