DELAPAN IBRAH (8)
_
Ahmad Said Matondang

“Yang kedelapan, wahai guru, engkau selalu mengatakan bahwasanya setiap orang telah ditetapkan rezekinya oleh Allah swt. Tidak ada binatang melata di dunia ini yang tidak Allah tetapkan rizkinya. Karena itu berusahalah dan bersyukur atas rezeki yang telah Allah tetapkan. Jangan khawatir rezeki itu akan hilang atau diambil oleh orang lain.

Suatu ketika, seorang ulama meneliti apa yang dilakukan oleh seekor katak. Katak yang selalu melompat ke dalam parit dan keluar dari parit. Atas izin Allah ulama itu bertanya kepada katak, apa yang ia lakukan? Katak itu menjawab, bahwa Allah memerintahkannya untuk memberi makan ikan buta di dalam parit yang tidak dapat mencari makannya.

Allah telah menjamin rezeki makhluknya sesuai dengan porsinya. Bayi dalam kandungan ibunya telah Allah tentukan porsi rezekinya. Allah menjamin rezeki binatang-binatang buas dan binatang ternak swsuai dengan porsinya. Hanya saja sayangnya banyak manusia yang memperturutkan kerakusan dan ketamakannya sehingga sering kali mengambil rezeki yang bukan porsinya sehingga menimbulkan kerusakan alam semesta. Allah swt berfirman, Kerusakan di lautan dan didaratan karena ulah tangan dan kerakusan manusia.

Muhammadiyah Kebayoran Baru Jakarta
Enlightening the Universe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *