Jakarta Timur, 22 Juni 2026 – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Jakarta Selatan menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Saintek Muhammadiyah (SaintekMu) dalam bidang pendidikan, pengembangan kompetensi, dan pemberdayaan kader. Komitmen tersebut disepakati dalam pertemuan yang berlangsung di Kampus SaintekMu, Ciracas, Jakarta Timur, pada Senin (22/6).
Rombongan PDPM Jakarta Selatan dipimpin oleh Wakil Bendahara PDPM Jakarta Selatan, Faiz Aditya Mauludy, dan diterima langsung oleh Rektor Universitas Saintek Muhammadiyah, Dr. Faiz Rafdhi, M.Kom., beserta jajaran pimpinan universitas.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyepakati sejumlah program kolaborasi yang diharapkan dapat memperkuat proses kaderisasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Muhammadiyah, khususnya di wilayah Jakarta Selatan.
Salah satu poin utama yang disepakati adalah penyediaan Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi kader Muhammadiyah melalui jalur rekomendasi dari PDPM Jakarta Selatan. Program ini diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK sederajat tahun 2024, 2025, dan 2026 yang memiliki semangat melanjutkan pendidikan tinggi namun membutuhkan dukungan pembiayaan.
Selain memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi, para penerima beasiswa juga diharapkan memiliki komitmen untuk tetap aktif dan berkontribusi dalam organisasi otonom Muhammadiyah (Ortom) sebagai bagian dari proses pengembangan kepemimpinan dan pengabdian kepada Persyarikatan.
Wakil Bendahara PDPM Jakarta Selatan, Faiz Aditya Mauludy, menyambut baik komitmen yang diberikan Universitas Saintek Muhammadiyah kepada kader-kader Muhammadiyah.
“Sebagaimana yang sering disampaikan Ketua PDPM Jakarta Selatan, Mas Tri Farhandoyo, organisasi yang besar membutuhkan kader-kader yang memiliki kapasitas intelektual, kompetensi profesional, dan kemampuan kepemimpinan yang baik. Karena itu, pendidikan harus menjadi prioritas dalam agenda kaderisasi. Program beasiswa ini kami pandang sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan kader Muhammadiyah yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat,” ujar Faiz.
Tidak hanya dalam bidang pendidikan formal, PDPM Jakarta Selatan dan Universitas Saintek Muhammadiyah juga berkomitmen membangun kolaborasi dalam berbagai kegiatan pengembangan masyarakat. Bentuk kerja sama yang direncanakan antara lain pengabdian kepada masyarakat, pelatihan pemberdayaan masyarakat, pengembangan kepemudaan, serta berbagai program sosial yang melibatkan kader Pemuda Muhammadiyah dan civitas akademika kampus.
Pada kesempatan tersebut, pihak Universitas Saintek Muhammadiyah juga memperkenalkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dapat dimanfaatkan oleh kader Muhammadiyah maupun masyarakat umum. RPL merupakan mekanisme pengakuan atas pengalaman kerja, pengalaman organisasi, pelatihan, maupun pembelajaran nonformal yang dimiliki seseorang untuk dikonversi menjadi kredit akademik dalam pendidikan tinggi.
Saat ini, jalur RPL tersedia pada Program Studi Sistem Informasi dan Teknologi Informasi, sehingga memberikan kesempatan bagi mereka yang telah memiliki pengalaman profesional maupun organisasi untuk melanjutkan pendidikan secara lebih efektif dan efisien.
Selain itu, Universitas Saintek Muhammadiyah juga menawarkan berbagai program pelatihan dan sertifikasi kompetensi dengan standar pengakuan internasional di bidang teknologi dan digital. Beberapa bidang yang menjadi fokus antara lain Cyber Security, Artificial Intelligence (AI), serta berbagai kompetensi digital lainnya yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Menariknya, kader-kader Pemuda Muhammadiyah tidak hanya berkesempatan mengikuti pelatihan tersebut sebagai peserta, tetapi juga akan didorong untuk mengikuti program Training of Trainer (ToT) sehingga dapat menjadi fasilitator dan penggerak yang mampu menularkan pengetahuan serta keterampilan kepada kader lainnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Saintek Muhammadiyah, Dr. Faiz Rafdhi, M.Kom., menegaskan komitmen kampus dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Muhammadiyah melalui pendidikan tinggi yang unggul dan berkemajuan.
“Universitas Saintek Muhammadiyah hadir untuk memberikan akses pendidikan yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi kader Muhammadiyah maupun masyarakat umum yang ingin meningkatkan kompetensi akademik dan profesionalnya,” ungkapnya.
Di akhir pertemuan, Dr. Faiz Rafdhi mengajak kader Muhammadiyah dan masyarakat luas untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Saintek Muhammadiyah. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat memperoleh gelar akademik, tetapi juga ruang untuk membangun kompetensi, jejaring, dan kepemimpinan yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan masa depan.
Kerja sama ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat sinergi antara PDPM Jakarta Selatan dan Universitas Saintek Muhammadiyah. Melalui kolaborasi tersebut, kedua institusi berharap dapat mencetak kader Muhammadiyah yang unggul secara akademik, profesional dalam kompetensi, kuat dalam kepemimpinan, serta memiliki semangat pengabdian yang tinggi kepada umat, bangsa, dan Persyarikatan. (fam/and)