
Jakselmu.id | Jakarta. – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, perlu adanya suatu kepastian tentang kapan datangnya dan tanggal berapa sesungguhnya jatuhnya bulan suci tersebut, baik perhitungan dengan tanggal secara Masehi maupun perhitungan dengan tanggal secara Hijriah.
Menyikapi hal yang demikian, maka Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Selatan menggelar acara Kesiapan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dalam rangka persiapan Ramadhan 1447 H/2026 M di Aula SMK Al-Kautsar Muhammadiyah Kebayoran Baru Jakarta Selatan Sabtu, (07/02/26).
Acara tersebut digelar bersamaan dengan kegiatan hari Ber-Muhammadiyah yang secara rutin dilakukan oleh PDM Jakarta Selatan pada setiap bulannya.
Tampak hadir dalam acara tersebut, Penasihat PDM Jakarta Selatan Wakil ketua MPR RI Dr. H. Hidayat Nur Wahid (HNW), Ketua PDM Jakarta Selatan Dr. H. Edy Sukardi, M.Pd para Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jakarta Selatan dan sekitarnya, para Pimpinan Ranting dan Ortom, serta para Pimpinan Kepala Sekolah yang berada dibawah naungan PDM Jakarta Selatan.
Sebagai Narasumbernya dalam kegiatan persiapan penggunaan KGHT ini adalah Prof. Dr. Sopa, M.Ag, yang juga sebagai Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Adapun alasan mengapa harus menggunakan KGHT, Prof. Sopa mengatakan bahwa, Umat Nasrani sudah sepakat dan Mapan dalam menggunakan perhitungan tanggal Kalender Masehi, sementara Ummat Islam sudah 14 abad lamanya belum juga ada kesatuan kesepakatan dalam penentuan tanggal secara bersama, sehingga seringkali terjadi perbedaan dalam penentuan kapan datangnya bulan suci Ramadhan, dan hal ini berimbas pula pada kapan dimulainya berpuasa serta kapan pula untuk berlebaran (1 Syawal).
Pada kesempatan yang sama, HNW berpesan agar dalam bulan suci Ramadhan nanti, selain diisi dengan kegiatan Ibadah yang sudah rutin dan biasa dilakukan pada setiap bulan Ramadhan, namun juga ada baiknya diisi dengan kegiatan Pemberantasan Buta Huruf Alquran.
Karena, lanjut HNW berdasarkan informasi yang beredar dan didapatkan dari pihak yang berwenang, ternyata setiap tahunnya jumlah orang yang Buta Huruf Alquran kian bertambah, untuk itu perlu adanya suatu kegiatan yang progresif untuk memberantas Buta Huruf Alquran tersebut, tegasnya.
Dimoment yang sama, Ketua PDM Jakarta Selatan Dr. H. Edy Sukardi, M.Pd mengatakan bahwa, PDM Jaksel berencana akan membangun Gedung Mualaf Learning Center yang berlokasi di daerah Rancho Jakarta selatan sebagai Proyek Mercu Suar, mengingat kian terus bertambahnya Mualaf dan mereka juga termasuk dalam kategori 8 Asnaf, sehingga hatinya perlu dilembutkan, pungkas Abah Edy Sukardi. (Wan)