jakselmu.id | Bogor. – Para Pimpinan Muhammadiyah mulai dari tingkat Pusat, perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) berkumpul di Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah Rancamaya Bogor Ahad, (93/05/26). Pimpinan Pusat Aisyiyah (Prof Maysitoh) juga terlihat di lokasi acara beserta para Pimpinan Majelis/Lembaga tingkat Pusat.

Dari tamu undangan yang hadir tampak Ustadz. Fauzi M. Nur selaku perwakilan Nazhir dari Yayasan Al-Hikmah, Jajaran Pemerintah dihadiri oleh Walikota Bogor Bapak Dedie A. Rachiem dan Kepala Kementrian Agama Kota Bogor H. Dede Supriyadi.

Acara di awali sambutan dari perwakilan Yayasan Al-Hikmah yaitu Bapak Fauzi M.Nur yang mengatakan bahwa, Aset Wakaf ini terdiri dari 8000 M2 , pemberian Almarhumah. Ibu Ramali yang digunakan oleh Yayasan sebagai tempat Diklat / Pendidikan juga digunakan Perusahaan Swasta, Organisasi Islam ataupun Sekolah-sekolah. Sehubungan saat ini Para Pengurusnya sudah pada Sepuh maka mereka bersepakat untuk menyerahkan seluruh Asset ini kepada Muhammadiyah dengan harapan bisa mewujudkan Mimpi-mimpi Para Pengurus yang belum tercapai.

Secara waktu tempat ini sudah berusia berjalan sekitar 36 tahun sebagai tempat Diklat/Pendidikan. Pemilihan PP Muhammadiyah sebagai Pengelola / Nazhir berikutnya adalah karena dianggap sudah tepat dengan semua potensi yang dimiliki baik Sumber Daya Manusianya (SDM) dan lain sebagainya. Penyerahan Wakaf ini sudah diserahkan Kepada PP Muhammadiyah pada tahun 2024 yang lalu.

Sesuai kesepakatan Wakaf ini akan dijadikan sebagai Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah setingkat SMA berbasis Agama, Saintek dan Ekologi. Direncanakan tahun 2026-2027 ini sudah menerima Santri sebanyak 60 orang dengan beberapa tawaran Program Beasiswa dari Islamic Endowment Fund dari BSI dan tentu saja pembiayaan Beasiswa dari Lazismu PP Muhammadiyah.

Selanjutnya Buya Amirsyah Tambunan selaku Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengucapkan terima kasih kepada para Pewakif atas kepercayaan Kepada Kami untuk membantu meneruskan dan mengembangkan Wakaf ini sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) baru PP Muhammadiyah.

Pesantren Eco-Saintek ini akan dilengkapi dengan Laboratorium Digital, Perbaikan Asrama dan Penambahan Sarana dan Prasarana baru sesuai dengan Branding sebagai Sekolah berbasis Agama, Saintek dan Ekologi.

Disela-sela acara juga dilakukan penanaman Bibit pohon bantuan dari Dharma Wanita Kementrian Kehutanan. Secara simbolis Bibit pohon tersebut diserahkan Kepada perwakilan dari Majelis Pendayagunaan Wakaf diwakili oleh Mashuri Masyhuda dan perwakilan dari Pesantren Eco-Saintek.

Pada acara Grand Lounching ini, Bendahara PP Muhammadiyah Prof Hilman Latief mengatakan bahwa, awalnya Program Pendayagunaan Aset Wakaf ini baru melibatkan 4 unsur Majelis/Lembaga yakni LP2M, Dikdasmen, Lazismu dan tentu saja Majelis Pendayagunaan Wakaf. Kedepan semua Majelis/Lembaga diharapkan sinerginya baik peningkatan disisi Ekonominya, Lingkungan dan lainnya sehingga Program ini bisa dijadikan sebagai Starting Point sebagai Program Kolaborasi antar Majelis/Lembaga.

Acara ditutup oleh Prof. Dr. Abdul Mu’ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, selain mengucapkan terima kasih atas Wakaf yang diberikan kepada Muhammadiyah, dengan rasa humornya beliau juga mengatakan orang yang berwakaf berarti sudah membangun 1 rumah di Surga. Bagi yang ikut mengembangkan tanah Wakaf tersebut memang belum bisa membuat 1 rumah di Surga tapi minimal sudah sampai di halaman pintu surganya. Suara riuh tertawa dari para undangan yang hadir dari guyonan Pak Menteri tersebut.

Diakhir arahan pak Menteri memberikan masukan Pesantren berbasis Eco tidak dicirikan dengan banyak ditanami Pohon-pohon saja akan tetapi bisa bekerjasama dengan Pemerintah setempat untuk sama-sama mencari solusi bagaimana mengelola sampah dan lingkumgan baik dengan bantuan tehnologi maupun dengan keakrifan lokal sebagaimana tadi disampaikan oleh Walikota Bogor bahwa Muhammadiyah diharapkan dapat berpikir mencari solusi dari hulunya biarkan Pemda Bogor yang menangani hilirnya saja.

Selain berciri khas banyak pepohonan, pesantren ini juga diharapkan menggunakan tehnologi pengolahan air yang dapat di daur ulang kembali sehingga zero limbah. Isu pemanasan global pada desain Ruang Kelasnya diharapkan tidak menggunakan AC, selain hemat energi Sekolah ini bisa dijadikan contoh sesuai dengan Branding Sekolah yang peduli terhadap lingkungan sehat.

Hal penting lainnya lanjut Pak Menteri mengenai hasil lulusan, diharapkan lulusan Pesantren ini dapat kembali mengabdi pada daerahnya masing-masing sehingga tidak terjadi penumpukkan orang hebat di Pulau Jawa.

Subhan Wahyudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *