Jakselmu.id | Jakarta. – ?Kebutuhan akan makan?an yang berserat yang terdapat dalam sayuran, merupakan suatu keharusan dalam melengkapi kandungan kesehatan pada suatu makanan.

Namun, kebutuhan akan sayuran tersebut terkadang agak terhambat, hal ini sebagai akibat dari kondisi cuaca yang kurang bersahabat, sehingga suplay menjadi terganggu dan harganya pun menjadi tidak stabil, yang berakibat pula dapat merugikan baik kepada Petani maupun kepada Masyarakat.

Menyikapi hal yang demikian, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) bekerja sama dengan Zurich Syariah menginisiasi pembentukan sebuah badan yang mengelola dalam menangani sebuah produk sayuran mulai dari hulu hingga ke hilir.

Terkait dengan kerjasama itu, bertempat dihalaman Masjid As-Sudairi Sabtu, (14/02/26) MPM PCM Bukit Duri berkolaborasi dengan MPM PCM Rawamangun Pulogadung melakukan suatu kegiatan kerjasama penanganan masalah tersebut, yang tentunya dikoordinasikan oleh Pimpinan PP Muhammadiyah.

Ketua PCM Bukit Duri Bpk Yunus Kamil dalam kata sambutannya mengatakan, sangat berharap Kolaborasi seperti ini bisa berjalan dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar, dan dengan berdirinya Kios Gerai Retail ini semoga saja bisa dikelola dan berjalan dengan baik.

Sedangkan Bpk Kemal selaku Sekretaris PCM Rawamangun Pulogadung dalam kata sambutannya mengatakan, semoga saja PCM Bukit Duri tetap semangat dalam mengelola Usaha Gerai Retail ini, karena lokasi PCM Bukit Duri ini benar-benar strategis dan potensial dimana dekat dengan pasar dan diapit pula oleh 2 Stasiun kereta, yakni Stasiun Manggarai dan Stasiun Tebet.

“Oleh karena itu janganlah ragu akan kualitas sayuran produk dari Jama’ah tani Muhammadiyah (Jatam) ini, sebab selain organik dan sehat, produk inipun juga halal, untuk tugas PCM Bukit Duri hanyalah memasarkan saja, sedangkan untuk PCM Rawamangun Pulogadung bertugas sebagai distributornya,” terang Bpk Kemal.

Sementara itu Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cianjur Bpk Heru Chaerudin dalam kata sambutannya mengatakan, kegiatan pemberdayaan ekonomi ini sekaligus merupakan kegiatan dakwah, yang mana di Cianjur kegiatan pada bidang Pertanian dan Peternakan sangatlah potensial.

Dan kegiatan ini, lanjut Bpk Heru berawal dari bencana gempa bumi yang terjadi di Cianjur di tahun 2022, banyak penyintas yang tidak lagi dapat bekerja, sementara sayuran sangat melimpah, sedangkan harganya terus merosot akibat dari tidak ada yang memasarkan, sehingga diperlukan suatu badan atau lembaga yang dapat menanganinya demi kestabilan harga.

Hal yang hampir senada pun disampaikan oleh Bpk Lutfi selaku Ketua MPM Cianjur dalam kata sambutannya, bahwa gerakan ini membuka akses pasar, membantu dalam hal kualitas, pengemasan dan Pemasaran serta menjadi jembatan antara petani dengan masyarakat.

“Dengan adanya sinergi seperti ini, maka akan melahirkan sebuah solusi, sehingga akan terjadi ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan, serta akan menjadi ujung tombaknya para petani di Indonesia dalam menyediakan sayur mayur bagi dapur keluarganya,” ujarnya.

Pada momen yang sama, Direktur Zurich Syariah Bpk Dian Iskandar Wibowo mengatakan, kegiatan ini merupakan suatu kegiatan Ekosistem, karena ada pemberdayaan ekonomi dari hulu hingga hilir, dengan adanya peresmian Kios atau Gerai Zurich Syariah Entrepreneur Program with MUhammadiyah Comunity (ZEPMU) ini, mudah-mudahan pasokan dan pemasaran sayurnya terus meningkat dan sehat, serta diharapkan pula agar Kolaborasi ini dapat berkelanjutan, dimana Zurich ingin menjadi mitra ekonomi dan pembangunan serta menjadi partner yang baik bagi Muhammadiyah terhadap kemandirian pangan dan umat.

Sebelum acara Launching ini usai, Ketua MPM PP Muhammadiyah Bpk Nurul Yamin mengatakan, hari ini salah satu terminal yang dilalui dalam ekosistem dari hulu ke hilir sebagai kegiatan ekonomi berjama’ah di resmikan, ini merupakan wujud pengamalan dari Surat Al-Maun, yang bercerita dan berdasarkan tentang ayat kesengsaraan, seperti yang terjadi di Cianjur, jika ada kesengsaraan umum sebagai akibat dari terjadinya suatu musibah bencana atau gempa, maka disitu ada Muhammadiyah.

“Oleh karena itu, gerakan ekonomi ini harus berjama’ah, dan semua pelaku ekonominya pun harus sebagai subjek yang berkeadilan,” ucapnya.

“Di hulu dan di hilir harus ada lembaga yang menanganinya, sehingga Muhammadiyah dibutuhkan untuk hadir disana,” tambahnya.

“Gagasan yang besar harus dimulai dari yang kecil, dengan adanya Launching Sayur ZEPMU maka gerakan sudah mulai dilakukan, dan semua PCM diminta untuk mengkonsolidasikan gerakan ini, Kolaborasi adalah suatu keniscayaan,” tegasnya

.”Mudah-Mudahan dari Gerai Retail sayur yang sederhana ini bisa ditata kelola dengan baik, dan kalau saja di Spot-spot yang ada Muhammadiyah nya, ada gerai-gerai seperti ini maka, akan dekatlah Muhammadiyah dengan masyarakat,” pungkas Bpk. Nurul Yamin. (Wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *